PembaTIK 2022
Bimtek PembaTIK tahun 2022 “Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem"
Filosofi pendidikan Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, tut wuri handayani dari Ki Hajar Dewantara menginspirasi digulirkannya kebijakan program Merdeka Belajar oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Filosofi pendidikan ini bukan slogan semata, namun sarat pesan kepada kita bahwasanya pengelolaan ekosistem pendidikan yang optimal akan menumbuhkan dan mengakselerasi kemerdekaan serta kemandirian dalam pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran, Merdeka Belajar memberi semangat perubahan untuk menentukan cara terbaik menerapkan metode dan inovasi pembelajaran bagi peserta didik melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran diperlukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, mengembangkan keterampilan dalam bidang TIK (ICT aquisition), serta untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan kemenarikan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki kompetensi memanfaatkan TIK yang memadai sebagaimana dinyatakan pada Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru yang diaktualisasikan terutama untuk kepentingan pembelajaran (kompetensi pedagogik) dan untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri (kompetensi profesional). Sejalan dengan hal itu, sejak tahun 2017 Pusdatin Kemendikbudristek (dahulu Pustekkom Kemendikbud) sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam mendayagunakan TIK untuk layanan pendidikan dan kebudayaan telah mengembangkan program peningkatan kompetensi TIK guru melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) mengacu standar kompetensi TIK guru dari UNESCO yang diselenggarakan berjenjang dalam empat level kompetensi yaitu literasi, implementasi, kreasi, serta berbagi dan berkolaborasi. Pengembangan program Bimtek PembaTIK dilakukan dinamis dan adaptif terhadap arah kebijakan prioritas Kemendikbudristek serta perkembangan teknologi.
Bimtek PembaTIK tahun 2022 akan dilaksanakan dengan tema “Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar”. Melalui tema ini diharapkan peserta mampu meningkatkan kompetensi TIK melalui berbagai platform layanan sumber belajar digital dan berkompetisi dalam menghasilkan karya-karya terbaiknya pada setiap level. Pada PembaTIK level 4 akan terpilih sahabat rumah belajar terbaik yang berpeluang mengikuti seleksi calon Duta Rumah Belajar tahun 2022. Sahabat Rumah Belajar dan Duta Rumah Belajar terpilih inilah sebagai mitra penggerak komunitas belajar terdepan Kemendikbudristek yang akan mengakselerasi penguatan ekosistem pendidikan digital untuk keterlaksanaan Merdeka Belajar. Pedoman ini disusun sebagai acuan pelaksanaan untuk semua pihak yang berkepentingkan agar penyelenggaraan PembaTIK tahun 2022 lebih optimal dan mencapai target yang telah ditetapkan. Mari kita bersama menjaga nyala api belajar pendidik dan peserta didik. Selamat berpartisipasi dalam PembaTIK 2022.
PembaTIK merupakan akronim dari Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. PembaTIK merupakan ajang pelatihan TIK yang disusun secara berjenjang mulai dari level 01 (literasi), level 02 (implementasi), level 03 (kreasi), dan level 04 (berbagi dan berkolaborasi). Rumah Belajar adalah portal pembelajaran resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) dh Pustekkom.
DRB atau Duta Rumah Belajar adalah para guru yang lolos melalui seleksi tahap akhir pada ajang PembaTIK, kemudian disematkan sebagai mitra Pusdatin (Pustekkom) Kemdikbud dalam upaya sosialisasi dan diseminasi pemanfaatan Rumah Belajar. SRB atau Sahabat Rumah Belajar adalah seluruh peserta PembaTIK yang berhasil menyelesaikan pelatihan sampai dengan level 04, dan mengikuti ajang pemilihan Duta Rumah Belajar. SRB bersama dengan DRB dapat menjadi mitra Dinas Pendidikan Provinsi masing-masing dalam rangka mendorong peningkatan pendayagunaan TIK untuk pembelajaran.
Kurikulum Merdeka adalah kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Karakteristik Kurikulum Merdeka ialah 1) pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila, 2) fokus pada materi esensial untuk mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi, dan 3) fleksibel bagi guru untuk melakukan pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
Merdeka Belajar adalah filosofi yang mendasari proses sekaligus tujuan jangka panjang pendidikan Indonesia, bukan semata-mata kebebasan tetapi juga kemampuan, keberdayaan, untuk mencapai kebahagiaan.
Platform Merdeka Mengajar adalah platform untuk guru yang dikembangkan menjadi suatu platform yang bukan hanya materi dan konten kementerian, tapi benar-benar dimiliki guru, dari guru, untuk guru. Platform Merdeka Mengajar bertujuan untuk membantu para guru mengajar sesuai dengan kemampuan murid, menyediakan latihan untuk meningkatkan kompetensi, serta berkarya dan menginspirasi rekan sejawat.
Silakan disimak Panduan PEMBATIK 2022:
Posting Komentar untuk "PembaTIK 2022"